Selasa, 12 November 2013

Tips Mendaki Gunung Untuk Pemula

 
Mendaki gunung adalah kegiatan yang menyenangkan dan juga berisiko jika pendaki tidak memiliki persiapan yang matang saat melakukannya, terutama untuk para Pemula. Menurut ane tips ini bukan hanya untuk pemula saja tapi untuk setiap pendaki gunung. Untuk siapapun yang akan mendaki gunung, coba simak beberapa tips di bawah ini.


1.  Mengetahui Kondisi dan Lokasi Gunung. 
Sebelum memulai pendakian, sebaiknya cari info sebanyak-banyaknya tentang gunung yang akan didaki. Bagaimana status terkini, kondisi cuaca gunung tersebut, dan track yang akan dilalui. Biasanya info ini bisa diperoleh dari lembaga pemerintah seperti PVMBG dan Taman nasional. Selain itu bisa juga mencari informasi dari internet tentang catatan perjalanan gunung yang diinginkan, sehingga diperoleh juga info dimana ada mata air, topografi jalur ataupun koordinat lokasi dari masing-masing pos sampai ke puncak. Dari beberapa hal tersebut, akan sangat membantu untuk memberikan gambaran dalam melakukan perencanaan dan meminimalisir risiko tersesat.

2.  Olahraga (Minimal Sebulan Sebelum Pendakian). 
Untuk melakukan kegiatan pendakian, fisik dan stamina yang prima adalah modal utama. Jika hal ini disepelekan maka mungkin saja pendaki akan mengalami kendala saat perjalanan seperti kecapekan dan kram otot. Belum lagi semakin tinggi gunung maka oksigen akan semakin menipis, maka manajemen fisik harus dilatih sebelumnya.

3.  Manajemen Logistik dan Perlengkapan. 
Pilih barang yang sesuai kebutuhan pendakian, jika barang tersebut tidak terlalu penting dan kurang mendukung sebaiknya ditinggal saja. Mengingat semakin banyak barang bawaan akan semakin menambah beban tas yang dibawa.

4.   Sleeping bag dan Tenda. 
Untuk perlengkapan tidur umumnya diperlukan tenda, matras dan sleeping bag. Hal ini sangat penting karena suhu di gunung akan terasa sangat dingin pada malam hari. Pilihlah tenda yang kuat dan bahannya tidak mudah untuk membuat air merembes, baik dari hujan ataupun embun. 

Sleeping bag akan sangat membantu menutupi badan dari dingin. Ada banyak jenis sleeping bag ini, sebaiknya pilih yang bisa menutup seluruh anggota badan (kecuali muka) dengan rapat. Untuk menghindari dingin yang berasal dari tanah, sebaiknya pasang matras saat tidur. Umumnya pendaki memakai matras yang terbuat dari karet busa, bahan ini sangat efektif untuk menyekat hawa dingin dari dalam tanah. Alternatif lain untuk menambah kekuatan menyekat dingin antara tanah dan badan adalah dengan daun-daun yang ditata rapi dibawah tenda.

5.     Jaket/Pakaian Hangat. 
Untuk melindungi dingin saat di gunung gunakan jaket yang  tebal   dan  dapat  menahan  panas  yang  keluar dari badan. Biasanya bahan untuk jaket atau pakaian hangat ini adalah wol atau katun. Pakaian yang dibawa sebaiknya terdiri dari pakaian untuk jalan dan untuk tidur. Yang perlu diperhatikan juga, hindari bahan pakaian yang terbuat dari jeans. Bahan ini memang terlihat kuat dan praktis, tapi kelemahannya bahan ini sulit kering saat basah dan pori-pori kainnya pun lebih besar, sehingga akan lebih mudah hawa dingin terasa ke badan.

6.  Memakai Ransel (Carrier). 
Carrier atau tas besar merupakan salah satu perlengkapan utama dalam pendakian. Fungsinya adalah untuk menampung seluruh barang pendakian. Pilih carrier yang benar-benar nyaman di badan dan usahakan barang-barang yang berat dan penting (saat situasi darurat) ditaruh di bagian atas. Contoh barang saat darurat misalnya survival kit, P3K, dan Jas Hujan/Ponco. Saat packing carrier ini sebaiknya lapisi semua barang dengan kantong plastik yang besar, hal ini untuk mengantisipasi hujan dalam perjalanan.

7.   Memakai Sepatu Hiking. 
Pendakian gunung adalah kegiatan berjalan terus-menerus mulai naik sampai turun kembali, oleh karena itu perlindungan terhadap kaki harus benar-benar diperhatikan. Sebaiknya kaki harus terlindung sampai mata kaki agar tidak terluka di sepanjang perjalanan. Hindari sepatu yang bahan sol-nya licin saat dipakai, dan pastikan juga bagian bawah sol sepatunya yang bergerigi (bukan yang datar).

8.   Perlengkapan Memasak dan Makanan. 
Untuk perlengkapan memasak saat mendaki gunung sebaiknya membawa yang praktis dan efisien. Umumnya pendaki membawa kompor gas portable dan satu set peralatan masak (nesting). Alternatif sumber api yang lain bisa juga dengan menggunakan parafin ataupun kayu bakar. Namun untuk menggunakan kayu bakar sebaiknya dihindari karena lebih sulit dan berisiko saat di atas gunung.
Sebelum melakukan pendakian, buat estimasi berapa kali makan yang dibutuhkan saat perjalanan naik dan turun. Dari jumlah yang rencanakan, selalu lebihi perbekalan makanan dan minuman untuk mengatisipasi risiko yang tak terduga. Bawa makanan yang praktis dan memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein dan vitamin untuk sumber tenaga dalam tubuh. Selain makanan pokok umumnya pendaki membawa makanan yang manis (cokelat, madu, gula merah) dan roti.

2 komentar:

  1. heh, jd kepengen mendaki lagi, mas...

    btw, poin yg no. 2 betul banget!

    BalasHapus