Kamis, 02 Mei 2013

Konferensi Internasional Para "Hacker"



Hacker atau peretas yang selama ini dinilai negatif oleh masyarakat karena kepiawaiannya dalam menggunakan perangkat lunak ataupun perangkat keras komputer menggelar konferensi internasional di Budapest, Hongaria. Konferensi yang bertajuk  "Hacktivity 2010"  ini merupakan konferensi teknologi terbesar di Eropa Tengah yang diadakan selama dua hari, Sabtu (18/9) dan Ahad (19/9).

Sekitar 700 hacker yang menghadiri konferensi ini kebanyakan berasal dari Hungaria, namun sekitar 100 orang datang dari luar Hungaria. Sekitar 30 presentasi dan kuliah tentang subyek yang berhubungan dengan dunia internet disajikan pada konferensi tersebut. Topik pembicaraan termasuk perbandingan keamanan database terkemuka, hak-hak hukum di era digital, tuntutan hukum yang berkaitan dengan keamanan, serta sejarah dan masa depan keamanan internet.
Bruce Schneier, pakar keamanan Internet membuka konferensi dengan sesi tanya-jawab. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan banyak berfokus pada keamanan, privasi, dan kesenjangan generasi pada Internet.
Konferensi hacker pertama kali diadakan pada 2002. Pada konferensi kala itu, para hacker melakukan lokakarya, serta permainan seperti "Hack Vendor," dan "Capture The Flag" dengan pemenang adalah hacker yang dapat membuat sistem pertahanan tercepat.
Pihak penyelenggara Konferensi Hacker juga mengatakan, mereka berharap bahwa nantinya dari Konfrensi Hacker yang akan diselenggarakan ini para pakar industri, pejabat pemerintah, akademisi, dan komunitas hacker "bawah tanah" bisa saling berbagi pengetahuan dan pemikiran. Selain itu menurut informasi yang dikutip dari Okezone, "Tujuan dari konferensi ini ialah untuk menyediakan sebuah platform umum bagi hacker, bersama dengan pejabat pemerintah dan pembuat kebijakan, sehingga mereka bisa menunjukkan keahlian mereka," jelas pihak penyelenggaran acara. Sang penyelenggara mengatakan lebih jauh "Pengetahuan tentang hacker mendapatkan pengakuan dan bisa digunakan oleh para pakar kejahatan cyber. Bukan hanya untuk memeriksa kejahatan, tapi juga untuk menghasilkan ide-ide positif dalam bidang keamanan internet yang pada akhirnya akan membantu bisnis konsumen dan pemerintah".

Para partisipan konferensi keamanan TI internasional ini bisa mengirimkan karya tulis mereka mengenai berbagai topik seperti teknologi ofensif dan defensif, peretasan hardware, keamanan mobile, eksploitasi pembangunan, perang cyber, aplikasi peretasan, malware, botnet, serta keamanan infrastruktur penting.

Pihak penyelenggaran membatasi waktu pengiriman abstrak tulisan hingga 15 Mei dan untuk tulisan lengkapnya hingga 15 Juni.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar